Tragedi di Mempawah: Dua Bocah Tenggelam di Parit Depan Rumah, Satu Meninggal Dunia
Info Mempawah- Suasana tenang di kawasan Desa Sungai Bakau Kecil, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, mendadak berubah mencekam pada Sabtu (18/10/2025) siang. Dua bocah laki-laki dilaporkan tenggelam di parit depan rumah mereka sekitar pukul 12.45 WIB. Satu anak berhasil diselamatkan warga, sementara satu lainnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Korban diketahui bernama Ibnu Amar Malik (4) dan Abdul Wahid (3). Keduanya merupakan tetangga yang kerap bermain bersama di sekitar rumah mereka di Jalan Konsasi, RT 026/RW 008, Desa Sungai Bakau Kecil. Siang itu, permainan biasa berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.
Detik-Detik Menegangkan di Tepi Parit
Menurut keterangan pihak Polsek Mempawah Timur, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh saksi mata bernama Fakih. Saat sedang berjalan kaki menuju warung, Fakih tanpa sengaja melihat sosok kecil melambai-lambaikan tangan di dalam parit.
“Saksi mata melihat Abdul Wahid berusaha meminta pertolongan. Ia langsung panik dan terjun ke dalam parit untuk menyelamatkan korban,” ungkap petugas kepolisian.
Warga yang mendengar teriakan Fakih segera berhamburan keluar rumah. Dalam waktu singkat, mereka ikut membantu proses penyelamatan. Abdul Wahid berhasil diangkat ke daratan dalam keadaan selamat, meski dalam kondisi lemas dan ketakutan.

Baca Juga : IPC TPK Perkuat Literasi Logistik, Sasar Generasi Muda Mempawah
Seorang Ibu Menemukan Sendal Anaknya
Di tengah kepanikan warga, Hamida — ibu dari Ibnu Amar Malik — mulai gelisah karena anaknya tak kunjung terlihat. Ia menyusuri sekitar rumah dan menemukan sebuah sendal kecil berwarna cerah di atas jembatan kayu di tepi parit.
Naluri keibuannya mengatakan sesuatu yang buruk telah terjadi. Tanpa pikir panjang, Hamida langsung terjun ke parit dan ikut melakukan pencarian.
“Ibu korban curiga anaknya ikut tenggelam setelah melihat sendal di atas jembatan,” ujar petugas.
Tak lama kemudian, warga menemukan tubuh kecil Ibnu Amar di dalam parit. Kondisinya sudah tak sadarkan diri. Proses evakuasi dilakukan dengan cepat dan korban langsung dibawa ke RSUD dr. Rubini Mempawah untuk mendapatkan pertolongan medis.
Tangis Pecah di Rumah Duka
Meski tim medis berupaya melakukan penanganan darurat, nyawa Ibnu Amar tidak tertolong. Dokter menyatakan bocah empat tahun itu telah meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa pulang ke rumah orang tuanya untuk disemayamkan. Tangis pecah saat ambulans tiba di rumah duka.
“Kejadian ini sangat mengejutkan kami semua. Anak-anak itu sering main bersama di sini. Kami tidak menyangka akan berakhir seperti ini,” ucap seorang warga dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Abdul Wahid yang selamat masih mengalami trauma. Ia terus digendong oleh keluarganya dan belum banyak berbicara sejak kejadian. Warga sekitar turut membantu keluarga korban dan mendampingi proses pemakaman.
Polisi Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan
Pihak Polsek Mempawah Timur telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari saksi. Mereka memastikan tidak ada unsur kekerasan dalam peristiwa ini. Insiden ini murni kecelakaan saat anak-anak bermain di area terbuka tanpa pengawasan orang dewasa.
“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama yang masih kecil. Area parit atau sungai sangat berbahaya jika tidak diawasi,” tegas petugas.
Duka yang Menggugah Kesadaran
Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi warga setempat. Parit yang sebelumnya dianggap aman kini menjadi pengingat betapa pentingnya pengawasan anak di lingkungan rumah. Pemerintah desa juga berencana memasang pagar pengaman atau peringatan di sekitar lokasi kejadian untuk mencegah insiden serupa.
Ibnu Amar Malik kini telah pergi, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan seluruh warga Jalan Konsasi. Namun kepergiannya menjadi alarm penting agar setiap orang tua lebih waspada menjaga buah hati mereka.
















