Mempawah Jadi Contoh: 87 Persen Anak Sudah Miliki Kartu Identitas Anak (KIA), Bukti Komitmen Terhadap Administrasi Kependudukan
Info Mempawah- Upaya Pemerintah Kabupaten Mempawah dalam meningkatkan kesadaran administrasi kependudukan bagi anak membuahkan hasil membanggakan. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), sebanyak 87 persen anak di Kabupaten Mempawah kini telah memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Capaian ini menjadikan Mempawah sebagai kabupaten dengan kepemilikan KIA tertinggi kedua di Provinsi Kalimantan Barat.
Keberhasilan tersebut menjadi sorotan dalam kegiatan Optimalisasi Pemanfaatan KIA serta penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kabupaten/kota se-Kalimantan Barat dengan pihak ketiga. Acara berlangsung di Kantor Disdukcapil Kota Singkawang pada Rabu (22/10), dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Bupati Sambas Satono, Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal, serta perwakilan dari Disdukcapil sepuluh kabupaten/kota di Kalimantan Barat, seperti Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Sanggau, Sintang, Melawi, Kayong Utara, dan lainnya.
Baca Juga : Hari Santri Nasional: Jejak Resolusi Jihad yang Kobarkan Semangat Kemerdekaan
KIA: Lebih dari Sekadar Kartu Identitas
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Juli Suryadi menegaskan bahwa Kartu Identitas Anak bukan hanya sebatas dokumen formal, melainkan bentuk nyata perlindungan dan pengakuan negara terhadap setiap anak Indonesia.
“KIA memberikan manfaat besar bagi anak-anak kita. Selain sebagai identitas resmi, kartu ini juga memudahkan mereka dalam mengakses berbagai layanan publik seperti pendaftaran sekolah, layanan kesehatan melalui BPJS, hingga pembukaan rekening bank. Bahkan, KIA menjadi bentuk perlindungan hukum yang penting, terutama saat anak bepergian atau dalam upaya pencegahan perdagangan anak,” jelas Juli.
Ia juga menambahkan bahwa kesadaran masyarakat dalam mengurus KIA kini semakin meningkat berkat sosialisasi yang dilakukan secara masif oleh pemerintah daerah bersama jajaran Disdukcapil.
Manfaat Ekstra dari Kerja Sama Lintas Daerah
Salah satu poin menarik dari penandatanganan MoU dan PKS kali ini adalah adanya beragam keuntungan bagi pemegang KIA. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, anak-anak pemegang KIA akan memperoleh diskon khusus atau akses gratis di sejumlah tempat rekreasi, arena permainan, serta sarana pendidikan dan pembelajaran di Kalimantan Barat.
“Inisiatif ini menjadi langkah kreatif untuk mendorong masyarakat agar semakin termotivasi membuat KIA bagi anak-anaknya. Dengan begitu, anak-anak bukan hanya terlindungi secara hukum, tetapi juga bisa menikmati manfaat nyata dari kepemilikan kartu ini,” ujar Juli.
Wabup Juli juga berharap agar para orang tua di seluruh wilayah Mempawah aktif mengurus KIA. Pemerintah daerah, katanya, akan terus berupaya memperluas akses layanan kependudukan hingga ke pelosok desa melalui pelayanan jemput bola dan integrasi digital.
Langkah Nyata Menuju Tertib Administrasi Kependudukan
Ke depan, Pemkab Mempawah berkomitmen untuk mencapai 100 persen kepemilikan KIA di kalangan anak-anak. Program ini sejalan dengan kebijakan nasional yang menekankan pentingnya identitas tunggal sejak dini guna menunjang berbagai layanan publik dan perlindungan sosial.
“Dengan dukungan masyarakat, perangkat desa, dan lembaga pendidikan, kami optimis target tersebut bisa tercapai dalam waktu dekat,” tegas Juli Suryadi.
Dengan capaian 87 persen, Mempawah kini tidak hanya menjadi kabupaten dengan tingkat kesadaran tinggi terhadap administrasi kependudukan, tetapi juga contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta bisa mewujudkan layanan publik yang inklusif dan berkeadilan bagi anak-anak.
KIA: Identitas Anak, Bukti Perlindungan Sejak Dini
Kartu Identitas Anak bukan sekadar kartu — ia simbol kepedulian pemerintah terhadap masa depan generasi muda. Melalui KIA, anak-anak Mempawah kini memiliki akses lebih mudah ke pendidikan, kesehatan, dan berbagai fasilitas publik, sekaligus perlindungan hukum yang lebih kuat.
Dan dengan komitmen kuat Pemkab Mempawah, bukan tidak mungkin — dalam waktu dekat — seluruh anak di kabupaten ini akan resmi memiliki identitas diri yang sah, lengkap, dan terlindungi oleh negara.
















