Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Aksi Unjuk Rasa “No Kings” Digelar Serentak di 50 Negara Bagian AS

cek disini

Demo “No Kings” Pecah di 50 Negara Bagian AS, Kritik Terbesar untuk Presiden Trump

Rakyat Melawan Parade Trump: ”No Kings Guncang Amerika"
Aksi Unjuk Rasa No Kings Digelar Serentak di 50 Negara Bagian AS

Info Mempawah. WASHINGTON DC – Aksi unjuk rasa nasional bertajuk “No Kings” mengguncang Amerika Serikat pada Minggu, 15 Juni 2025, sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump yang dinilai semakin otoriter. Demonstrasi besar ini terjadi bertepatan dengan parade militer yang digelar di ibu kota, sekaligus memperingati ulang tahun ke-79 Trump.

Unjuk rasa berlangsung di seluruh 50 negara bagian, menjadikannya aksi protes terbesar sejak Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS pada Januari lalu. Dalam aksinya, para demonstran mengangkat berbagai poster bertuliskan “No KKKings” dan “No crown for the clown”, serta menerbangkan balon raksasa bergambar Trump mengenakan popok—sebagai simbol sindiran terhadap gaya kepemimpinannya.

“Kami menolak otoritarianisme dan militerisasi demokrasi,” ujar penyelenggara aksi, dikutip dari kantor berita AFP.

Warga AS Gelar Demo Nasional Tolak Otoritarianisme Presiden Trump

Di berbagai kota besar seperti New York, Los Angeles, Boston, hingga Austin, puluhan ribu warga turun ke jalan. Meski diguyur hujan deras, massa tetap bersemangat menyuarakan tuntutan mereka. Yel-yel “Donald Trump harus pergi!” bergema disertai musik drum dan lonceng. Aktor terkenal seperti Susan Sarandon dan Mark Ruffalo turut bergabung dalam barisan demonstran.

Baca Juga : Jurnalis Asal Indonesia di AS Bertarung Melawan Trump

Di Austin, Texas, seorang pensiunan perawat bernama Robin Breed menyebut Trump sebagai diktator yang “menginjak-injak kehidupan rakyat dan meneror warganya.” Sementara itu, Polly Shulman, pegawai museum di New York, mengecam kebijakan deportasi terhadap warga Venezuela yang dinilainya melanggar konstitusi.

Parade militer yang digelar bersamaan menuai kritik luas. Bill Kennedy, pensiunan psikolog dari Pennsylvania, menyebut parade senilai 45 juta dolar AS itu “mubazir dan berbau fasisme.” Di Los Angeles, 4.000 personel Garda Nasional dan 700 marinir yang dikirim tanpa izin otoritas lokal disambut dengan teriakan, “Anda tidak diterima di sini!”

Aksi diwarnai ketegangan saat polisi mulai membubarkan massa pada malam hari dengan gas air mata, granat kejut, dan kuda patroli. Beberapa demonstran melempar batu dan kembang api, menyebabkan bentrokan kecil.

Setidaknya empat orang ditangkap di New York, satu korban tewas dilaporkan di Utah akibat penembakan, dan sebuah insiden penabrakan terjadi di Culpeper, Virginia, meskipun tak ada korban luka serius.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *