Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Bawang Merah Naik Drastis! Dari Rp 60 Ribu Jadi Rp 70 Ribu per Kg

cek disini

Harga Bawang Merah Melonjak di Mempawah, Tembus Rp 70 Ribu per Kilogram!

Info Mempawah- Warga Mempawah harus mulai merogoh kocek lebih dalam untuk belanja dapur, terutama jika hendak membeli bawang merah. Pasalnya, harga komoditas dapur tersebut kini mengalami lonjakan signifikan di Pasar Tradisional Sebukit Rama, menembus angka Rp 70.000 per kilogram pada Senin pagi.

Kondisi ini menimbulkan keluhan dari masyarakat, terutama pedagang makanan dan ibu rumah tangga, yang mengandalkan bawang merah sebagai bahan utama dalam hampir semua masakan harian.

Pasokan Menyusut, Harga Naik Tajam

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Perindagnaker) Kabupaten Mempawah, Hendri Kurniawan, menjelaskan bahwa lonjakan harga tersebut disebabkan oleh berkurangnya pasokan bawang merah dari daerah penghasil ke pasar-pasar lokal.

“Saat ini harga bawang merah lokal mencapai Rp 70 ribu per kilogram. Kenaikan ini sudah berlangsung sejak beberapa waktu terakhir, dan semakin terlihat signifikan dalam beberapa hari terakhir,” jelas Hendri.

Ia menyebutkan bahwa pada akhir pekan lalu, harga bawang merah masih berada di angka Rp 60 ribu per kilogram, namun kini telah mengalami kenaikan sebesar Rp 10 ribu, atau sekitar 14,29 persen hanya dalam kurun waktu tiga hari.

Bawang Merah Naik Drastis! Dari Rp 60 Ribu Jadi Rp 70 Ribu per Kg
Bawang Merah Naik Drastis! Dari Rp 60 Ribu Jadi Rp 70 Ribu per Kg

Baca Juga : FBI Buka Kantor di Selandia Baru, Waspadai Gerak China di Pasifik

Faktor Penyebab: Cuaca, Panen Tertunda, dan Distribusi Terhambat

Menurut Hendri, ada beberapa faktor yang memicu kelangkaan pasokan. Salah satunya adalah cuaca yang tidak menentu di daerah-daerah penghasil, seperti di sebagian wilayah Jawa dan Sumatera. Kondisi ini berdampak pada keterlambatan masa panen serta berkurangnya hasil produksi.

Selain itu, proses distribusi juga mengalami hambatan. “Pengiriman dari daerah penghasil ke Kalimantan Barat, khususnya ke Mempawah, terkendala oleh biaya logistik yang tinggi serta jumlah armada pengangkut yang terbatas,” tambah Hendri.

Kondisi ini membuat para pedagang kesulitan untuk memenuhi permintaan pasar, sementara kebutuhan konsumen tetap tinggi. Akibatnya, harga naik tajam karena hukum ekonomi sederhana: permintaan tinggi, suplai rendah.

Bawang Putih Juga Ikut Naik, Meski Tak Signifikan

Tak hanya bawang merah, komoditas bawang putih pun ikut mengalami kenaikan harga. Namun, menurut Hendri, kenaikannya masih tergolong ringan dan belum membebani konsumen secara signifikan.

“Harga bawang putih naik Rp 1.000 per kilogram, dari Rp 34 ribu menjadi Rp 35 ribu. Kenaikan ini sekitar 2,86 persen dan masih dalam batas wajar,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan rutin terhadap harga-harga komoditas pokok di pasar-pasar tradisional agar lonjakan harga tidak berlangsung lama atau menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

Pemkab Mempawah Siapkan Langkah Antisipatif

Untuk merespons kondisi ini, Dinas Perindagnaker Mempawah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk distributor dan Bulog, guna menjaga stabilitas harga pangan di daerah. Langkah-langkah seperti pasar murah atau operasi pasar disebut sedang dalam kajian sebagai solusi jangka pendek.

“Kami sedang mempersiapkan skema agar harga bisa segera ditekan, salah satunya dengan menggandeng distributor besar atau menjalin kerjasama pengadaan langsung dari daerah produsen,” ungkap Hendri.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan aksi borong (panic buying), agar stok tetap merata dan harga tidak semakin melonjak.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *