Viral! Pelajar Menyeberang Jembatan Tali di Segedong, HMI Mempawah Desak Pemkab Percepat Pembangunan
Info Mempawah- Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok pelajar di Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, harus menyeberangi jembatan tali untuk berangkat sekolah mendadak viral di media sosial. Aksi nekat pelajar itu sontak menuai keprihatinan banyak pihak, salah satunya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mempawah.
Melihat kondisi tersebut, HMI mendesak pemerintah daerah untuk segera mempercepat pembangunan jembatan penghubung yang sudah lama dinantikan masyarakat.

Baca Juga : Stella Christie Apresiasi Kesiapan Mempawah Bangun SMA Unggulan Garuda
HMI Kritik Lambatnya Respons Pemerintah
Aktivis HMI Mempawah, Muslim, menilai kejadian ini mencerminkan lambannya respons pemerintah dalam menangani persoalan infrastruktur yang krusial.
“Kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah bergerak terlalu lambat. Jembatan itu ambruk sejak November 2024. Seharusnya sejak awal 2025 sudah dimulai pembangunan jembatan baru. Ini bukan sekadar fasilitas, tetapi akses vital yang menghubungkan dua desa: Peniti Besar dan Peniti Dalam II,” tegas Muslim saat ditemui di Mempawah, Jumat (12/9/2025).
Menurutnya, jembatan tersebut adalah urat nadi transportasi warga, terutama pelajar yang setiap hari harus menempuh perjalanan untuk bersekolah. Tanpa jembatan yang layak, risiko kecelakaan dan ancaman keselamatan menjadi sangat tinggi.
Keselamatan Masyarakat Harus Jadi Prioritas
Muslim menambahkan, pemerintah tidak boleh menunggu sampai terjadi korban jiwa baru kemudian bertindak.
“Apakah harus ada korban dulu baru pembangunan direalisasikan? Keselamatan masyarakat dan pelajar jauh lebih penting daripada sekadar janji politik,” tegasnya.
Ia memastikan HMI akan terus mengawal proses pembangunan hingga selesai. “Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas. Jembatan yang aman adalah hak dasar masyarakat dan menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakannya,” tambah Muslim.
Anggaran Sudah Disiapkan, Pembangunan Segera Dimulai
Menanggapi desakan tersebut, Kepala Desa Peniti Besar, Kasdik, memastikan bahwa pembangunan jembatan sudah masuk dalam APBD Kabupaten Mempawah Tahun Anggaran 2025 dengan nilai sekitar Rp 400 juta lebih.
“Anggaran sudah tersedia. Pembangunan diperkirakan akan dimulai dalam waktu dekat. Bahkan Bupati sudah turun langsung meninjau lokasi untuk melihat kondisi di lapangan,” ungkap Kasdik.
Kasdik juga meminta masyarakat bersabar karena proses pembangunan membutuhkan waktu dan perencanaan teknis yang matang agar jembatan yang dihasilkan benar-benar kokoh dan aman digunakan dalam jangka panjang.
Masyarakat Berharap Ada Percepatan
Masyarakat Desa Peniti Besar dan Desa Peniti Dalam II berharap pembangunan dapat segera direalisasikan. Warga menilai jembatan penghubung tersebut adalah akses penting untuk mengangkut hasil pertanian, kebutuhan logistik, serta mempermudah pelajar dan pekerja yang beraktivitas setiap hari.
Dengan sorotan publik yang semakin besar, masyarakat berharap pembangunan tidak lagi tertunda. Kehadiran jembatan baru diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan memberikan rasa aman bagi semua pengguna jalan.
















