Kapolri: Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat Berjalan Baik, Hotspot Turun Drastis
Info Mempawah- Kepulan asap yang sempat menyelimuti sebagian wilayah Kalimantan Barat mulai berangsur menipis. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung lokasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tersebut, Sabtu (9/8/2025), dan menyatakan bahwa upaya pemadaman berjalan baik serta menunjukkan hasil nyata.
Menurut Sigit, jumlah titik api atau hotspot mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
“Kemarin masih ada sekitar 32 titik hotspot. Dari kemarin sampai sekarang, jumlahnya terus menurun, dan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan juga saya lihat berhasil,” ujarnya dalam keterangan pers.
Kerja Sama Tim Gabungan di Darat dan Udara
Penanganan karhutla di Kalimantan Barat melibatkan kekuatan gabungan dari Polri, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta instansi daerah, swasta, dan relawan.
Sigit menjelaskan bahwa pasukan dibagi menjadi beberapa satuan tugas dengan peran berbeda.
-
Satgas Darat fokus pada pemadaman langsung menggunakan peralatan manual dan mesin pompa air, termasuk membuat sekat bakar untuk mencegah api merembet.
-
Satgas Udara melakukan water bombing di lokasi yang sulit dijangkau, sekaligus menjalankan operasi modifikasi cuaca untuk memicu hujan buatan di area rawan terbakar.
“Pendekatan dari dua sisi ini terbukti efektif mempercepat pemadaman, terutama di wilayah gambut yang sulit dipadamkan,” kata Sigit.

Baca Juga : Kapolri Sigit Pastikan Stok Beras Aman, Gelar Pangan Murah di Mempawah
Imbauan untuk Masyarakat
Meski titik api berkurang, Kapolri mengingatkan bahwa potensi karhutla belum hilang sepenuhnya, apalagi musim kemarau diprediksi masih berlangsung hingga akhir Agustus. Ia menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Memang di beberapa daerah, pembukaan lahan dengan membakar dianggap kearifan lokal. Namun, proses itu harus diawasi secara ketat, atau bahkan sebaiknya dihindari,” tegasnya.
Data Terbaru Karhutla Kalbar
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan bahwa per 2 Agustus 2025, Kalimantan Barat sempat dinyatakan bebas hotspot. Namun, berdasarkan catatan hingga 31 Juli 2025, provinsi ini sempat memiliki 1.500 titik panas. Dari jumlah tersebut, 258 titik terkonfirmasi sebagai kebakaran aktif yang membakar sekitar 989 hektare lahan.
Untuk mengatasi situasi ini, sebanyak 195 personel siaga karhutla dikerahkan, terdiri dari unsur pemerintah, swasta, dan masyarakat lokal. Mengingat luas wilayah Kalimantan Barat mencapai 14,7 juta hektare dengan 2,7 juta hektare lahan gambut, sekitar 19 persen area provinsi ini tergolong sangat rawan terbakar dan membutuhkan perhatian khusus.
Fokus pada Pencegahan
Hanif menegaskan bahwa meski kondisi mulai terkendali, langkah pencegahan tetap menjadi prioritas utama. “Kita tidak boleh lengah. Musim kemarau belum berakhir, dan jika tidak diantisipasi, potensi kebakaran akan kembali meningkat,” ujarnya.
Dengan koordinasi lintas instansi, dukungan teknologi modifikasi cuaca, dan kesadaran masyarakat, diharapkan Kalimantan Barat bisa terhindar dari bencana asap berkepanjangan seperti yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.
















