KPK Dalami Kesaksian Gubernur Kalbar Ria Norsan Terkait Dugaan Korupsi Proyek Jalan Mempawah
Info Mempawah- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Salah satu yang menjadi perhatian penyidik adalah keterangan Gubernur Kalbar, Ria Norsan, yang saat proyek berlangsung masih menjabat sebagai Bupati Mempawah.
“Penyidik saat ini masih mendalami dan mempelajari seluruh hasil pemeriksaan saksi-saksi, termasuk RN (Ria Norsan). Pemeriksaan dilakukan secara maraton untuk memastikan semua informasi terungkap secara menyeluruh,” ungkap Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo, Jumat (17/10/2025).
Menurut Budi, pemeriksaan terhadap Ria Norsan penting karena menyangkut beberapa temuan penting di lapangan. Dalam penggeledahan yang dilakukan penyidik, sejumlah barang bukti ditemukan di rumah pribadi Gubernur dan rumah istrinya, Erlina. Meski begitu, KPK belum merinci secara terbuka bentuk barang bukti tersebut.

Baca Juga : Perbakin Mempawah Gelar Turnamen Menembak Se-Kalbar 2025, Total Hadiah Rp17 Juta
Proyek dari Dana Alokasi Khusus
Kasus dugaan korupsi ini berkaitan dengan proyek pembangunan jalan yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tambahan dari pemerintah pusat. Karena itu, KPK juga menggandeng sejumlah ahli untuk menelusuri alur anggaran dan proses pelaksanaannya.
Penyidik turut memanggil berbagai pihak, tak hanya dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah dan pihak swasta, tetapi juga pejabat di Kementerian Keuangan Republik Indonesia, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, dan Badan Anggaran DPR.
“Karena sumber anggarannya dari DAK tambahan, maka kita perlu mendapatkan keterangan lengkap dari semua pihak yang berperan, baik dari daerah maupun pusat,” kata Budi.
Tiga Tersangka Sudah Ditetapkan
Dalam proses penyidikan, KPK telah menetapkan tiga tersangka yang terdiri dari dua pejabat negeri (PN) dan satu pihak swasta. Meski identitas ketiganya belum dipublikasikan secara resmi, penyidik memastikan bahwa proses hukum terus berjalan.
“Kami masih fokus pada tiga tersangka ini. Pengembangan perkara sangat mungkin dilakukan apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan keterlibatan pihak lain,” ujarnya.
Budi juga menegaskan bahwa KPK akan bertindak transparan dan profesional. Setiap temuan akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Tekanan Publik untuk Penuntasan Kasus
Kasus korupsi pembangunan jalan Mempawah ini mendapat sorotan publik, mengingat proyek tersebut menyangkut infrastruktur strategis yang sangat dibutuhkan masyarakat. Banyak pihak menilai, jika benar terjadi penyimpangan, dampaknya bukan hanya kerugian negara, tetapi juga menghambat pembangunan daerah.
Beberapa tokoh masyarakat mendesak KPK untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk jika ada dugaan keterlibatan pejabat tinggi daerah. Mereka berharap penegakan hukum tidak pandang bulu.
“Jalan ini vital bagi ekonomi masyarakat. Kalau korupsi dibiarkan, rakyat yang paling dirugikan,” ujar salah satu aktivis antikorupsi di Kalbar.
Pemeriksaan Masih Berlanjut
Hingga saat ini, proses penyidikan masih berlangsung. Penyidik dijadwalkan akan kembali memanggil sejumlah saksi lain untuk memperkuat alat bukti. Budi menyebut, semua pihak yang terkait akan dimintai keterangan tanpa terkecuali.
“Kami pastikan proses hukum berjalan transparan. Semua pihak harus menghormati dan mendukung upaya pemberantasan korupsi ini,” pungkas Budi.
















