Mafindo Pontianak Ajak Warga Bersatu Lawan Hoaks di Tengah Aksi Demo
Info Mempawah- Gelombang aksi demonstrasi yang belakangan terjadi di Pontianak mendapat perhatian serius dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Pontianak. Organisasi ini mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya kabar bohong (hoaks) dan provokasi yang beredar di tengah situasi rawan.
Koordinator Wilayah Mafindo Pontianak, Syarifah Ema Rahmaniah, menegaskan bahwa hoaks yang menyebar terkait demo bukan hanya sekadar informasi menyesatkan, melainkan bisa menjadi pemicu konflik sosial baru.
“Kita punya pengalaman pahit di Kalimantan Barat. Dulu konflik bernuansa SARA menimbulkan perpecahan, korban jiwa, bahkan meninggalkan trauma panjang bagi banyak orang. Jangan sampai kesalahan itu terulang hanya karena kita abai pada kebenaran informasi,” tegas Ema.

Baca Juga : BMKG Kalbar Prediksi Hujan Lebat Awal September, Warga Diminta Waspada
Hoaks Ibarat Api Kecil yang Bisa Membakar Bangsa
Menurut Ema, banyak konflik sosial di Kalbar bermula dari isu provokatif yang tidak jelas asal-usulnya. Kabar bohong yang tidak terkendali ibarat api kecil yang lambat laun bisa melalap rumah besar bernama Indonesia.
“Satu unggahan palsu di media sosial bisa memancing emosi, memecah persaudaraan, dan menghancurkan kerukunan yang sudah kita bangun dengan susah payah. Itulah bahayanya hoaks,” ujarnya.
Pentingnya Literasi Digital di Tengah Situasi Rawan
Mafindo mendorong masyarakat untuk aktif mempraktikkan literasi digital setiap hari, terutama saat suasana sosial sedang memanas. Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai unggahan di media sosial tanpa memeriksa kebenarannya.
“Pastikan dulu berita yang beredar melalui kanal resmi pemerintah, media terpercaya, atau gunakan layanan cek fakta, termasuk yang dimiliki Mafindo. Itu jauh lebih aman dibanding langsung menyebarkan kabar yang belum jelas,” jelas Ema.
Jaga Hak Demokrasi, Tolak Provokasi
Lebih jauh, Ema menegaskan bahwa demonstrasi adalah bagian dari hak demokratis warga negara. Namun, aksi tersebut jangan sampai ternodai oleh pihak-pihak yang sengaja menyebar provokasi untuk memecah belah masyarakat.
“Demo itu sah dan dijamin undang-undang. Tapi kita harus saling mengingatkan agar tidak tersulut isu menyesatkan. Jangan biarkan hoaks merusak tujuan baik dari aksi damai,” katanya.
Merawat Kebersamaan di Tanah Borneo
Kalbar dikenal sebagai wilayah dengan keberagaman etnis, agama, dan budaya. Keanekaragaman ini, kata Ema, harus dirawat sebagai kekuatan, bukan dianggap sebagai pemicu perpecahan.
“Perbedaan yang ada seharusnya menjadi kekayaan bersama. Kita bisa menjadikannya sumber persatuan jika dikelola dengan rasa saling menghormati. Jangan beri ruang bagi hoaks untuk merusak harmoni ini,” tambahnya.
Seruan untuk Damai
Di akhir pernyataannya, Mafindo Pontianak menyerukan agar seluruh elemen masyarakat bahu-membahu menjaga suasana tetap aman dan kondusif.
“Mari kita jaga Pontianak tetap damai. Jangan biarkan informasi palsu mengulang sejarah kelam. Dengan kebersamaan, kita bisa melawan hoaks, menjaga persatuan, dan merawat Kalimantan Barat yang harmonis,” pungkas Ema.
















