HLM TPID Mempawah Soroti Kenaikan Harga Beras, Pemda Perkuat Langkah Stabilkan Inflasi
Info Mempawah- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mempawah semakin serius mengendalikan inflasi, khususnya pada komoditas pangan strategis seperti beras. Hal ini terlihat dari digelarnya High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Mempawah, Selasa (9/9/2025).
Rapat tingkat tinggi yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mempawah, Drs. H. Ismail, MM, tersebut memfokuskan pembahasan pada ketersediaan dan kenaikan harga beras yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi sorotan masyarakat.

Baca Juga : Letkol Czi Ali Isnaini Resmi Pimpin Kodim 1201/Mempawah, Bawa Semangat Baru
Dihadiri Unsur Penting Lintas Sektor
HLM ini dihadiri berbagai pihak yang berperan penting dalam stabilisasi harga dan pasokan beras. Turut hadir Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar Abidin Abdul Haris, Manajer Bisnis Kanwil Perum Bulog Kalbar Eri Nurul Hilal, Kepala BPS Mempawah Munawir, Staf Ahli Bupati Mempawah Didik Krismanto, Kasubbag Binops Polres Mempawah AKP Asep Johan, para Kepala OPD, serta Camat se-Kabupaten Mempawah.
Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa persoalan pangan, khususnya beras, memerlukan koordinasi erat antara pemerintah, instansi vertikal, aparat penegak hukum, hingga pihak swasta.
Harga Beras Masih Aman, Namun Ada Tren Kenaikan
Dalam pemaparannya, Sekda Ismail menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pantauan TPID, harga beras di Kabupaten Mempawah saat ini masih relatif aman di kisaran Rp 2.021 per kilogram. Namun demikian, terjadi tren kenaikan harga pada pekan pertama September 2025, setelah periode Juli–Agustus relatif stabil.
“Pada minggu ke II Agustus hingga 8 September 2025, TPID Kabupaten Mempawah mengikuti zoom meeting bersama Mendagri terkait pembahasan harga beras. Menteri Pertanian menyatakan ada surplus beras secara nasional, tetapi di beberapa daerah harga jual beras masih di atas rata-rata,” jelasnya.
Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah
Sebagai langkah cepat, Pemkab Mempawah bersama Pemprov Kalbar telah menggelar operasi pasar dan gerakan pangan murah di setiap kecamatan. Kegiatan ini sudah dilaksanakan di Jongkat, Sungai Pinyuh, dan Mempawah Hilir untuk membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau.
Selain itu, Pemkab juga mendorong forum kerjasama antar daerah seperti KUPONWAH (Kubu Raya, Pontianak, Mempawah) dan SINGBEBASWAH (Singkawang, Bengkayang, Sambas, Mempawah). Forum ini dibentuk untuk memperkuat jaringan pasokan dan mengendalikan inflasi lintas wilayah.
Pelatihan Petani dan Bibit Padi Unggul
Tak hanya pada sisi distribusi, Pemkab Mempawah juga fokus pada sisi hulu. Saat ini telah dilaksanakan pelatihan penyemaian bibit padi unggul di BLPP Anjongan yang diikuti peserta dari Mempawah, Kubu Raya, dan Kota Pontianak. Melalui pelatihan ini, diharapkan para petani mampu mandiri dalam menyiapkan bibit unggul sehingga produksi beras lebih terjamin.
“Langkah-langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah dan menekan inflasi secara berkelanjutan,” harap Sekda Ismail.
Bulog Salurkan Bantuan untuk Ribuan Warga
Sementara itu, Manajer Bisnis Kanwil Perum Bulog Kalbar Eri Nurul Hilal menjelaskan pihaknya terus melakukan langkah strategis untuk menekan kenaikan harga beras, termasuk menyalurkan bantuan pangan kepada 19.970 penerima di Kabupaten Mempawah.
Ia juga menguraikan ketentuan harga pembelian sesuai Inpres Nomor 6 Tahun 2025 dan Kepbadan Nomor 14 dan 16 Tahun 2025. Bulog membeli gabah petani seharga Rp 6.500 per kilogram dan beras medium Rp 12.000 per kilogram dengan standar kualitas tertentu (kadar air maksimal 14 persen, butir patah maksimal 25 persen, dan derajat sosok minimal 95 persen).
Untuk penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) periode Juli–Desember 2025, Bulog menugaskan distribusi hingga tingkat konsumen melalui berbagai jalur: pedagang pasar rakyat, gerakan pangan murah, koperasi desa, outlet binaan pemda, outlet BUMN, rumah pangan kita (RPK) Bulog, hingga ritel modern.
Upaya Bersama Kendalikan Inflasi
Langkah terpadu antara Pemkab Mempawah, TPID, Bulog, dan instansi terkait ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga beras sekaligus melindungi daya beli masyarakat. Tak hanya itu, berbagai inisiatif seperti operasi pasar, kerjasama antar daerah, dan pelatihan bibit padi unggul menjadi strategi jangka panjang yang mendukung kemandirian pangan di Kabupaten Mempawah.
Dengan sinergi yang kuat, Pemkab optimistis inflasi dapat ditekan, pasokan beras terjaga, dan kesejahteraan masyarakat meningkat secara berkelanjutan.
















